LEARN

HOMELEARNSPORTS

Helm, Pelindung Kepala yang Serbaguna

Bicara soal helm mungkin yang langsung terlintas di kepala adalah pelindung kepala untuk naik motor. Eits, jangan salah, Smile Squad! Helm kini muncul dalam cabang berolahraga maupun bidang pekerjaan berisiko tinggi. Cari tahu sejarahnya di sini, yuk!

Perlengkapan perang
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), helm adalah topi pelindung kepala yang terbuat dari bahan tahan benturan. Perjalanan helm pun dimulai sejak peradaban kuno sekitar 900 SM. Di zaman Mesir Kuno, Yunani Kuno, maupun Romawi Kuno helm muncul sebagai perlengkapan perang.

Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para prajurit akan ditakuti musuh dan mendapatkan kekuatan ekstra bila mengenakan atribut dari kulit buaya yang hidup di Sungai Nil. Alhasil dibuatlah pakaian perang dari punggung buaya dan kulit bagian perut buaya.

Prajurit perang Yunani mengenakan helm berbentuk seperti tengkorak manusia berbahan perunggu dengan berat hampir dua kilogram! Sementara helm di era Romawi memakai hiasan rumbai ekor kudanya yang berfungsi sebagai pelindung kepala sekaligus tanda kepangkatan. FYI, para petarung juga memakai helm di arena gladiator!

Olahraga ekstrem
Demi mencegah cedera otak, helm mulai diperkenalkan sebagai perlengkapan wajib olahraga ekstrem yang melibatkan kecepatan. Mulai dari baseball/softball, sepeda, football, hoki, berkuda, gulat, balap motor dan mobil, papan seluncur, ski, hingga snowboarding.

Nah, berdasarkan catatan sejarah, gulat yang muncul sejak 3000 SM dianggap sebagai pelopor olahraga berhelm. Para prajurit Mesir biasanya berlatih untuk ‘bertempur’ dengan tangan kosong untuk meningkatkan kemampuan bertahannya saat menghadapi lawan. Kemudian di tahun 1920-an menjadi kali pertama helm dipakai secara luas oleh para pemain football Amerika demi meminimalisasi kontak fisik antarpemain.