LEARN

HOMELEARNSCIENCE

Penyebab Rasa Makanan Berubah Setelah Gosok Gigi

Kata dokter gigi, idealnya kita menggosok gigi setiap kali habis makan. Namun, kadang setelah menggosok gigi justru sulit menahan keinginan untuk kembali mengunyah. Padahal mencicipi makanan setelahnya justru nggak enak. Tiba-tiba seperti ada rasa pahit, meski makanan yang kamu coba tergolong manis. Kenapa, ya? Yuk, cari tahu selengkapnya Smile Squad!

 

Detergen dalam pasta gigi

Ada zat sodium lauryl sulfate (SLS) yang berfungsi sebagai detergen pada pasta gigi yang ternyata memiliki memengaruhi indra pengecap, alias lidah kita. FYI, pada lidah manusia ada sekitar 2.000-4.000 pengecap yang masing-masing menyimpan 10-50 reseptor. Tiap reseptor ini dirancang untuk bereaksi terhadap molekul tertentu sehingga kita dapat membedakan berbagai rasa. Mulai dari rasa manis, asin, asam, pahit, pedas, maupun gurih.


Setelah kamu menggosok gigi, SLS tadi akan menekan reseptor lidah yang dapat mengidentifikasi rasa manis. SLS juga bertugas membersihkan senyawa phospholipids di dalam mulut sehingga menekan reseptor rasa pahit. Hal inilah yang membuat lidah peka terhadap rasa pahit sekaligus kurang sensitif terhadap rasa manis.


Tidak butuh busa!

Salah banget, tuh, kalau beranggapan busa melimpah pasta gigi mampu membersihkan gigi secara optimal! Sebaiknya kamu pilih pasta gigi bebas detergen yang minim busa, serta tidak menggunakan SLS karena ‘merusak’ indra pengecap maupun membuat mulut kering.

 

Efek SLS yang mengacaukan indra pengecap akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, jika kamu terganggu oleh rasa pahit akibat mencicipi makanan setelah menggosok gigi, buru-buru gosok gigi deh. Rasa pahit lenyap, gigi pun terbebas dari sisa makanan!