LEARN

HOMELEARNSCIENCE

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Otak Ketika Bermain Game

Keseruan main game bikin kamu lupa waktu? Wajar saja, they’re crazy fun. Tapi penting juga, nih, mencari tahu apa saja yang terjadi pada otak dan tubuh saat bermain games. Jangan sampai kita jadi sakit-sakitan karena nge-game! 
 
  • Tanpa kamu sadari, bermain game melatih kemampuan Smile Squad berpikir kritis dan melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Ketika bermain game kamu dituntut untuk nggak cepat menyerah dan terus berusaha mencari penyelesaian masalah. Otak pun terlatih untuk memproses informasi untuk mencari solusi. Inilah yang membuat saat seseorang bermain game otaknya menjadi lebih kuat.
  • Durasi bermain game sangat mempengaruhi otakmu. Ketika kamu bermain game lebih dari 9 jam dalam seminggu, terjadi pembesaran di bagian striatum kiri otak yang mengolah  keinginan akan reward. Akibatnya kamu terus-menerus merasakan dorongan untuk bermain game. Jadi, semakin sering kamu bermain game, bukannya semakin terpuaskan melainkan  semakin kamu kecanduan. Scary, right?
  • Tubuh pun tak lepas dari pengaruh buruk game. Tahun 1999 ada penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak yang bermain game dan menonton TV. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam Jurnal Kesehatan Tulang Belakang di Eropa. Ternyata anak-anak yang bermain game lebih dari 2 jam per hari banyak mengalami keluhan di tulang belakang bagian bawah. Efek selanjutnya anak-anak tersebut mengalami kesulitan tidur, kelelahan, dan tidak bahagia—duh!
  • Penggunakan controller game menurut BBC menyebabkan ketegangan saraf jari dan tangan yang dikenal dengan gejala Nintendonitis. Smile Squad, lebih baik membatasi durasi bermain game, deh, ketimbang harus mengalami efek-efek buruknya. Setuju?