LEARN

HOMELEARNARTS

Kenapa Ada 7 Hari dalam Seminggu?

Adanya tujuh hari dalam seminggu bukan secara kebetulan saja ditetapkan, tapi ada sejarahnya. Demi menambah pengetahuan, bolehlah Smile Squad menyimak asal-muasal adanya tujuh hari dalam seminggu.

Sejak Zaman Babylonia

Orang-orang kuno yang tinggal di Mesopotamia (sekarang Irak) menemukan fakta bahwa rotasi bulan berlangsung selama 28 hari. Nah, seperti yang kita ketahui bulan sendiri memiliki 4 fase bentuk dari sabit hingga purnama. Dari sinilah kemudian para ahli astronomi Babylonia membagi 28 hari ke dalam 4 fase sehingga didapatkan bahwa dalam satu minggu ada 7 hari.

Ratusan tahun kemudian, bangsa Romawi lantas mengadopsi cara pembagian hari ala Babylonia tersebut. Sejak abad pertama BCE (Before Common Era), Bangsa Romawi menamakan setiap hari dengan nama-nama dewa mereka yang juga berkaitan dengan nama-nama planet. Contohnya, nih, Saturday bahasa aslinya dalah Dies Saturni atau The Day of Saturn alias Hari Planet Saturnus.

Hingga saat ini, nama-nama hari pada berbagai bahasa yang berbasis bahasa latin masih menggunakan nama-nama planet. Namun ada juga yang menggunakan bahasa Jerman, seperti Sonntag alias Sunday atau Freitag yang berarti Friday.

Sesuai dengan Alkitab

Menjadikan 7 hari dalam seminggu ternyata sesuai juga dengan isi Kitab Suci Alkitab bahwa Tuhan menciptakan bumi selama tujuh hari. Enam hari Tuhan menciptakan langit dan bumi, dan Ia beristirahat pada hari ketujuh. Hari ketujuh inilah yang menjadi hari Minggu, hari libur.